Hari Tasyrik

Istilah tasyrik diambil dari kata [شرقت الشمش] yang artinya matahari terbit. Menjemur sesuatu, dalam bahasa Arab dinyatakan: [شَرَّقَ الشَيْءَ لِلشَّمْشِ].

Hari tasyrik adalah tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Ada juga yang menyatakan, bahwa hari tasyrik meliputi empat hari, hari Idul Adha dan 3 hari setelahnya.

Keutamaan Hari Tasyrik

Allah berfirman,

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

“Ingatlah Allah di hari-hari yang terbilang.” (QS. Al-Baqarah: 203).

Yang dimaksud dengan “hari-hari yang terbilang” adalah tiga hari setelah Idul Adha, yaitu hari tasyrik. Ini merupakan pendapat Ibnu Umar dan mayoritas ulama. Sementara Ibnu Abbas dan Atha berpendapat bahwa “hari-hari yang terbilang” jumlahnya empat hari; Idul Adha dan 3 hari setelahnya. (Lathaiful Ma’arif, Hal. 314).

Di hari Tasyrik, Dilarang Puasa

Di hari tasyrik, kita dilarang untuk berpuasa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutnya sebagai hari makan dan minum, serta banyak berdzikir kepada Allah.

Dari Nubaisyah al-Hudzali radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ

“Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah.” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i).

AMALAN DI HARI TASYRIK

1. Hari Berdzikir

Memperbanyak dzikir kepada Allah SWT pada hari – hari tasyrik atau sebelumnya memang sangat dianjurkan, Baik itu berupa takbir, tahmid, dan berbagai bacaan dzikir yang lain terlebih seusai melaksanakan shalat fardhu lima waktu. Hal demikian juga tidak lepas dilakukan oleh para sahabat Rasulullah SAW kala itu ketika mendapati hari – hari yang terbilang ( 3 hari setelah idul adha ). Maka memanjatkan kalimat – kalimat Agung ini tak hanya untuk menjernihkan hati dan pikiran kita, melainkan juga untuk memuliakan hari – hari yang diutamakan.

2. Tempat Meminta Kebaikan Dunia Akhirat

Siapa yang ingin mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat. Setidaknya kita tahu bahwa menjalani kehidupan di dunia, kiat manusia adalah mencari keuntungan menuju ke akhirat kelak. Sebagaiamana do’a Rasulullah SAW ketika datangnya hari tasyrik ini, maka beliau pun membaca do’a – do’a yang berkenaan dengan kebaikan dunia dan akhirat. Berdasarkan hadits diriwayatkan dari Annas bin Malik R.A, ia berkata :

  “ Bahwasanya do’a yang paling banyak dibaca oleh Nabi SAW yaitu Rabbanaa Aatinaa Fi dunya Hasanah Wa Fil Akhirati Hasahah, Wa Qinaa Adzaabannaar.” ( H.R Bukhari dan Muslim ).

Ini artinya bagi setiap orang muslim dianjurkan pula untuk memberbanyak membaca do’a tersebut, agar supaya Allah SWT selalu memberikan kebaikan baik di Dunia maupun di Akhirat kelak.

3. Hari Terkabulnya Do’a

Setiap orang mukmin akan selalu memanjatkan do’a kepada Allah SWT.  Tentunya pada tiap – tiap doa yang dibacakan selalu membawa maksud tersendiri. Semisal : doa untuk meminta pertolongan, agar dimudahkan dalam mencari rizki, agar selalu dikarunia rahmat-Nya di saat senang maupun duka. Pada hakikatnya terbukannya do’a tersebut hanya Allah yang menghendaki, namun berdoa pada waktu yang diutamakan merupakan langkah ikhtiar yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Pada hari tasyrik berlimpah keutamaan sebagai salah satu jalan keluar agar do’a itu mudah dikabulkan

Sebagaimana dalam lathoif Al-ma’arif diterangkan sebuah riwayat dari Kinanah Al Qurasy, bahwasannya ia mendengar Abu Musa Al As’ari R.A berkhutbah di hari An Nahr ( Idul Adha ), dan berkata :

  “ Pada tiga hari setelah An – Nahr, itulah yang disebut oleh Allah SWT sebagai Ayyamul ma’dudat. Berdoa di hari tersebut tidak akan tertolak, maka berdoalah kamua semua dengan berharap kepada-Nya."


Yuk perbanyak dzikir (Ibadah) di Hari Tasyrik😉o

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah BINTALIS (Bina Mental Islam) SMA Negeri 4 Medan

Periodenisasi Ketua Bintalis SMA Negeri 4 Medan

MencintaiMu dalam Keheningan