Sejarah BINTALIS (Bina Mental Islam) SMA Negeri 4 Medan
Pada awalnya, kegiatan keagaaman tahun ajaran sebelum 1981/1982 di lingkungan SMA Negeri 4 Medan dikelola oleh OSIS SMA Negeri 4 Medan melalui Seksi Kerohaniannya. Kerohanian ini adalah salah satu kelengkapan OSIS yang menangani hajat hidup semua agama yang dipeluk oleh para siswa/i di lingkungan SMA Negeri 4 Medan. Ibarat Menteri Agama, Ketua Seksi Kerohanian OSIS harus mondar-mandir menghadiri semua peringatan dan kegiatan agama yang diselenggarakan oleh sekolah.
Pada tahun ajaran 1981/1982 Kakanda Masri yang saat itu menjabat Ketua Seksi Kerohanian mengadakan reformasi besar-besaran terhadap organisasi Seksi Kerohanian. Dengan alasan cakupannya yang sedemikian luas, maka Seksi Kerohanian dipecah menjadi beberapa organisasi kegaamaan. Siswa/i muslim kemudian tergabung dalam Organisasi Bintal islam dan tetap merupakan bagian dari OSIS dengan nama Sie Bina Mental Islam.
Kegiatan utama organisasi ini pada waktu itu adalah pendirian fisik Musholla yang lebih represenatif, meskipun masih sangat sederhana. Paling tidak ini awal yang baik mengingat mulanya SMA Negeri 4 Medan tidak memiliki Musholla khusus untuk Sholat. Untuk keperluan Sholat para siswa/guru/pegawai muslim menggunakan sebuah ruang yang digunakan sebagai gudang sekolah untuk tempat Sholat. Sekitar tahun 1983 dengan bantuan dana dari orang tua siswa, terhadap bangunan fisik dilakukan renovasi total dan Musholla kemudian diberi nama Al-Jihaduttalamidz (Perjuangan Siswa).
Selain pendirian Musholla, pada sekitar tahun 1983 itu pulalah dimulai petama kalinya kegiatan bernama Program Ramadhan (PR) yang tujuan awalnya untuk mengajak siswa/i mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat. Usul kegiatan ini berasal dari Kakanda Salman Al Farisy.
Tahun berikutnya (1984) untuk mengisi liburan Semester Kakanda Rushakim lubis dan Kakanda Iman Abadi mengusulkan penyelenggaraan kegiatan yang diberi nama Latihan Kepemimpinan Dasar (LKD) yang kini disebut dengan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK). Dalam perkembangannya kegiatan PR dan LDK ini terus mendapat penyempurnaan sebagai pengaruh dari para alumni Bintal yang malang melintang di berbagai kegiatan kampus dan atau kegiatan organisasi masyarakat lainnya dan kemudian membawa hal-hal baru yang positif untuk perbaikan kegiatan PR dan LDK. Selain itu kegiatan lain semakin diperbanyak.
Hingga pada akhirnya kegiatan Bintalis SMA Negeri 4 Medan bahkan sudah mencapai lebih dari 15 (Lima Belas) Program Kerja yang terbagi atas 3 (Tiga) Divisi dimana dalam divisi tersebut terbagi lagi atas beberapa Sie/Seksi.
Komentar
Posting Komentar