MencintaiMu dalam Keheningan

Assalamualaikum sahabat hijrah..

Bagaimana kabarmu hari ini? Semoga Allah senantiasa memberikanmu kesehatan dan hidayah untuk mencintaiNya dalam ibadah serta beraktifitas. Oh ya sahabat.. hari ini ada artikel menarik nih tentang hubungan kita sama Allah, gimana masih mau lanjut hubungan sama Allah kan? Atau sekarang lagi ninggalin Allah? Yuk mari simak artikel berikut ini.

Sahabat diwajibkan atas kita untuk menjalankan ibadah dan taat kepadanya serta meninggalkan perbuatan yang hanya akan menimbulkan kemaksiatan dan pada akhirnya menghasilkan dosa. Pasti udah pada tahu nih, kalau kita diwajibkan untuk Salat 5 waktu dalam sehari walaupun sering kali kita lalai dalam mengerjakannya tetapi InshaAllah bersama kita berdoa semoga kita dijauhi dari kelalaian terhadap perintahnya. Banyak orang yang rajin mengerjakan ibadahnya dalam keheningan atau tidak diketahui orang banyak tetapi sebaliknya ada sifat orang yang seneng banget ibadahnya diketahui orang lain sehingga bahayanya bisa Riya tuh sahabat. Nah hari ini penulis akan mengambil sebuah cerita penuh makna yang tadi siang penulis melihat sahabat hijrah yang ibadahnya dalam keheningan jauh dari kata Riya dan sombong. Penasaran kan? mari baca dengan saksama..

Hari ini tepatnya tanggal 13 Juli 2018, ada beberapa sahabat Bintalis ngeliat salah satu siswa mengeluarkan infaqnya di Mushola tercinta kita dengan nominal yang lumayan besar tetapi uniknya bukan hal itu, bukan masalah nominalnya tetapi cara ia mengeluarkan infaqnya. Ba’da salat Dzuhur seperti biasa para siswa yang selesai melaksanakan salat akan berdoa masing-masing, hal itu memang terlihat biasa di Mushola tetapi setelah para sahabat kita selesai berdoa dan meninggalkan Mushola tersisa seorang sahabat hijrah yang nampaknya masih khusyuk berdoa. Singkat cerita setelah banyak siswa yang pergi dan masuk ke kelas masing-masing, sahabat hijrah ini baru berdiri meninggalkan Mushola tetapi hal yang membuat kami salut adalah ia mengeluarkan sebagian uangnya untuk dimasukkan ke kotak infaq, nominalnya pun tidak kecil cukup untuk makan di kantin sampai satu bulan penuh. Seketika dari kami beberapa sahabat Bintalis yang masih ada di Mushola kagum dengan perbuatan sahabat hijrah yang terlihat sangat tulus itu.

Hal itu membuat kami termotivasi untuk berbuat ibadah lebih baik lagi ,tidak perlu dilihat khalayak ramai untuk beribadah cukup Allah dan Malaikat saja yang tahu kelak juga yang akan menjadi hakim di hari akhir adalah Allah bukan orang yang melihat ibadah sombongmu. Respect kami tentu sangat besar kepada sahabat hijrah ini yang tulus hanya mengharap ridho Allah untuk melakukannya.

Mencintai Allah itu tidak perlu banyak orang yang tahu dengan memamerkan ibadah dan menyombongkannya, cukup dalam hening Allah pasti tahu. Sifat sombong dan riya sangat sulit dilepaskan dari pribadi masing-masing kita seakan menjadi kodrat manusia tentang sikap itu tetapi banyak sahabat hijrah juga yang kalau di depan teman-temannya tidak kelihatan alimnya tetapi kalau di belakang teman-temannya ia acap kali menangis dihadapan Allah seraya meminta ampun atas segala dosa-dosanya.

Jadi sahabat, ga perlu kita mencela sahabat kita yang kelihatannya masih belum taat beribadah di depan kita, bisa saja itu hanyalah kelihatannya tetapi ternyata di belakangnya dia beribadah dengan taat dan hebat dihadapan Allah.

Gimana sahabat hijrah? Bagaimana tanggapanmu tentang ibadah dalam keheningan ini? Semoga kita semua dalam lindungan dan hidayah Allah sehingga saat dipanggil suatu saat nanti dengan amal ibadah yang kita lakukan akan menjadi buah baik bagi kita nantinya.

Wassalamualaikum..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah BINTALIS (Bina Mental Islam) SMA Negeri 4 Medan

Periodenisasi Ketua Bintalis SMA Negeri 4 Medan